Perkembangan Terbaru Olahraga Padel di Dunia & Indonesia – Di tengah populernya olahraga seperti lari, bersepeda, tenis, dan bulu tangkis, muncul sebuah olahraga raket baru yang dalam beberapa tahun terakhir menarik perhatian banyak orang: Padel. Padel perpaduan antara tenis dan squash kini berkembang pesat, bahkan sudah menjadi fenomena global. Artikel ini mencoba menjelaskan bagaimana tren Padel berkembang secara global dan di Indonesia, serta mengapa olahraga ini begitu cepat naik daun.
Apa itu Padel? Sekilas Tentang Olahraga Ini
Padel di ciptakan mahjong ways di Meksiko pada akhir 1960-an oleh seorang pengusaha yang ingin membuat versi “tenis mini” di halaman rumah. Sejak itu, olahraga ini menyebar ke Spanyol, Argentina, Eropa, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Berikut beberapa karakteristik unik Padel:
Lapangan yang lebih kecil daripada tenis (sekitar 10 × 20 meter), dengan dinding kaca atau kawat mengelilinginya sehingga pantulan bola dari dinding menjadi bagian dari permainan.
Raket berbeda: raket padel berbentuk padat dengan permukaan berlubang, tanpa senar seperti raket tenis.
Permainan umumnya di mainkan dalam format ganda (doubles) dua lawan dua membuatnya cocok untuk di mainkan bersama teman atau keluarga.
Bola yang di gunakan mirip bola tenis, tetapi dengan tekanan lebih rendah menghasilkan kecepatan permainan yang lebih bersahabat bagi pemula.
Karena kemudahan akses dan formatnya yang sosial, Padel sering di anggap lebih mudah di pelajari dan di mainkan daripada tenis tradisional bahkan bagi orang yang belum pernah main tenis sebelumnya.
Pertumbuhan Global: Padel Kini Menjadi Sport Utama
Belakangan ini, Padel bukan lagi “olahraga niche” melainkan telah berkembang menjadi salah satu olahraga raket paling cepat tumbuh di dunia.
Menurut laporan 2025 dari Playtomic bersama PwC Strategy&, pada tahun 2024 saja dibuka 3.282 klub Padel baru di seluruh dunia, rata-rata hampir 9 klub baru setiap hari.
Total jumlah lapangan (court) Padel global saat ini telah melewati 50.000 court.
Proyeksi menunjukkan bahwa jumlah court di dunia bisa meningkat sampai lebih dari 81.000 pada 2027.
Karena pertumbuhan yang cepat, sekarang Padel sudah memainkan peranan penting sebagai “sport mainstream” — bukan lagi sekadar olahraga alternatif atau tren sesaat.
Dalam laporan lain, di sebutkan bahwa ada lebih dari 35 juta pemain amatir Padel di seluruh dunia dan sebagian besar dari mereka bermain secara rutin (setidaknya seminggu sekali).
Selain itu, persebaran Padel semakin luas: kini olahraga ini telah hadir di sekitar 150 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Pertumbuhan ini di dorong oleh beberapa faktor: kemudahan akses (court lebih kecil, raket & bola lebih ringan), sifat sosial yang ramah untuk kelompok / pasangan / teman, serta fakta bahwa banyak klub menggunakan platform digital untuk reservasi — membuat Padel terasa modern dan fleksibel.
Popularitas Padel di Indonesia
Negara kita, Indonesia, tak luput dari gelombang Padel global. Berikut beberapa poin terkait perkembangan situs slot pulsa Padel di Indonesia:
- Padel mulai jadi “tren baru” di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Surabaya, dan Yogyakarta.
- Seiring meningkatnya jumlah penggemar, kini sudah ada komunitas dan struktur organisasi misalnya Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) yang bergabung dengan International Padel Federation (FIP).
- Di Jakarta, lapangan-lapangan padel mulai di buka dan di minati, terutama oleh mereka yang tertarik dengan alternatif raket sport selain tenis, squash, atau bulu tangkis.
- Karena Padel lebih mudah dipelajari dan tidak terlalu berat secara fisik (dibanding tenis), banyak orang termasuk pemula tergiur mencobanya.
Artinya: Padel bukan sekadar “olahraga asing yang coba-coba” di Indonesia tetapi telah tumbuh jadi bagian dari gaya hidup olahraga urban, khususnya di kota-kota besar.
Mengapa Padel Banyak Diminati? Faktor-faktor Penarik
Kenapa pertumbuhan Padel bisa sekencang ini, di seluruh dunia maupun di Indonesia? Berikut faktor-faktornya:
- Mudah Di akses & Di pelajari Lapangan kecil, raket ringan, bola tidak terlalu cepat → cocok untuk pemula atau mereka yang belum terbiasa dengan olahraga raket keras.
- Format Sosial dan Doubles Karena biasanya di mainkan secara ganda, Padel cocok untuk hangout bareng teman, pasangan, atau keluarga. Ini membuatnya lebih “kasual” dan menyenangkan.
- Keterjangkauan & Kenyamanan Bandingkan dengan tenis: kebutuhan lahan, peralatan, dan teknik cenderung lebih berat. Padel menawarkan alternatif yang lebih ringan dan fleksibel.
- Perkembangan Infrastruktur dan Teknologi Banyak klub padel modern yang menawarkan kemudahan booking via aplikasi, fleksibilitas jadwal, dan lingkungan bermain yang nyaman menarik bagi kalangan urban.
- Fenomena Global & Efek “FOMO” Ketika sebuah olahraga jadi tren global dan banyak orang mulai membicarakannya (teman, media sosial, komunitas), banyak orang tertarik ikut baik sebagai pemain maupun penonton.
Tantangan & Catatan: Apakah Semua Seindah Itu?
Meskipun pertumbuhannya pesat, ada beberapa tantangan dan catatan terkait perkembangan Padel baik secara global maupun di level klub:
Di beberapa wilayah, ada potensi kelebihan penawaran lapangan (court) artinya banyak club dibuka, tetapi belum tentu semua ramai. Sebagian klub bisa kesulitan menjaga tingkat okupansi. Hal ini dibahas dalam komunitas online:
“Basically … baru ada terlalu banyak court … making most of them empty and unused.”
Di beberapa kota/kawasan, harga sewa lapangan atau membership bisa jadi mahal — ini bisa menjadi hambatan bagi sebagian orang untuk mencoba atau rutin bermain. Sebagai contoh dari pengguna di Amerika Serikat:
“I pay about 7€/90 mins on average where I live.”
Karena Padel relatif baru di banyak negara, termasuk Indonesia, belum semua orang familiar dengan aturan, teknik, dan etika bermain yang benar ini bisa menyebabkan kualitas permainan bervariasi.
Walaupun popularitas meningkat, Padel masih harus bersaing dengan olahraga lain (tenis, bulu tangkis, sepak bola, gym, dll) untuk mendapatkan perhatian jangka panjang.
Masa Depan: Apa yang Mungkin Terjadi Selanjutnya
Melihat data dan tren saat ini, berikut prediksi perkembangan Padel ke depan:
- Jumlah lapangan global kemungkinan terus bertambah dengan proyeksi > 81.000 court pada 2027.
- Padel bisa makin populer di negara-negara Asia, termasuk Indonesia terutama di kota besar karena kepadatan penduduk dan tingginya minat pada olahraga sosial/kalangan urban.
- Format klub dan sistem booking digital kemungkinan besar terus berkembang membuat Padel lebih fleksibel, nyaman, dan terjangkau terutama bagi generasi muda.
- Potensi munculnya turnamen atau komunitas Padel yang lebih serius (amatir → semi profesional) di Indonesia — seiring dengan bertambahnya pemain dan minat komunitas.
Kesimpulan
Padel telah berubah dari olahraga “alternatif niche” menjadi fenomena global dan Indonesia ikut merasakan demamnya. Berkat kombinasi kemudahan akses, format sosial yang menyenangkan, dan pertumbuhan infrastruktur, Padel kini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari olahraga raket yang menyenangkan, ramah pemula, dan cocok untuk aktiviti sosial.
Namun seperti tren lainnya, masa depan Padel tidak otomatis mulus tantangan seperti oversupply lapangan, biaya, dan persaingan dengan olahraga lain tetap harus diperhatikan. Bagi siapa saja yang tertarik mencoba, Padel bisa menjadi pintu gerbang tepat: cukup ajak teman, sewa raket & court, lalu main siapa tahu Anda akan jatuh cinta dengan olahraga ini.